Tak Ingin Data Anda Terbongkar, Pakar Informatika UMM Ungkap Rahasia Ini

Malang (31/10), Saat ini, aktivitas keuangan manusia semakin terintegrasi dengan dunia maya. Hal ini mencakup penggunaan rekening bank, kartu kredit, dan dompet digital. Informasi keuangan telah menjadi target menarik bagi penjahat siber. Oleh karena itu, seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Denar Regata Akbi, S.Kom, M.Kom, telah membahas beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan siber pada rekening dan dompet digital. Salah satu ancaman utama terhadap keamanan siber pada dompet digital adalah serangan phishing web. Biasanya, serangan phishing web ini dilakukan dengan mengirim tautan palsu. Melalui tautan palsu tersebut, penjahat siber berusaha untuk memperoleh informasi rahasia, seperti kata sandi atau data lainnya, untuk dapat mengakses aplikasi keuangan yang bersangkutan. Denar menjelaskan bahwa phishing seringkali dilakukan melalui web atau email. Para penyerang mencoba untuk menipu pengguna dengan mengirimkan tautan yang hampir identik dengan tautan asli. Mereka mungkin hanya mengubah beberapa huruf dalam URL, tetapi pengguna seringkali tidak memperhatikan perbedaan tersebut. Akibatnya, mereka seringkali mengklik tautan palsu dan diarahkan ke situs web yang salah. Selain itu, serangan keamanan siber juga melibatkan taktik sosial yang dikenal sebagai social engineering. Penjahat siber menggunakan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi rahasia dari pengguna. Denar menekankan perlunya waspada terhadap orang-orang yang meminta informasi rahasia melalui telepon, email, atau pesan teks. Salah satu metode lain yang digunakan oleh penjahat siber adalah melalui layanan hotspot atau jaringan Wi-Fi yang tidak aman. Pengguna seringkali tidak mengetahui tingkat keamanan jaringan tersebut, sehingga menghubungkan perangkat mereka ke jaringan Wi-Fi sembarangan dan mengakses layanan perbankan online atau dompet digital dapat berisiko tinggi. Denar juga merekomendasikan untuk berhati-hati dalam mengunduh aplikasi dari toko aplikasi resmi seperti App Store atau Google Play Store. Pastikan bahwa aplikasi tersebut kredibel dan tepercaya. Selain itu, aktifkan fitur keamanan yang kuat, seperti otentikasi dua faktor. Dia menegaskan bahwa penting untuk memahami bahwa tidak ada sistem keamanan yang sempurna. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan ekstra dalam menghadapi ancaman keamanan siber. Denar menyarankan agar masyarakat selalu curiga terhadap hal-hal yang tampak asing dan mencurigakan. Terakhir, dia menekankan pentingnya tidak terjebak dalam taktik sosial, menghindari login ke hotspot yang tidak aman, dan tidak menyimpan kata sandi secara daring. Menggunakan Google Safe Browsing juga disarankan sebagai langkah perlindungan tambahan.